DEFINISIKOMUNIKASI ANTAR PRIBADI. Seperti telah dijelaskan dalam beberapa modul sebelumnya bahwa komunikasi antar pribadi adalah salah satu bentuk komunikasi yang melibatkan individu-individu baik secara langsung maupun tidak. Komunikasi antar pribadi dapat didefinisikan dengan melihat tiga perspektif, sebagai berikut: Perspektif komponensial.
Jakarta Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih, yang biasanya tidak diatur secara formal. Proses komunikasi interpersonal ini menghasilkan umpan balik atau disebut dengan feedback. Dalam komunikasi interpersonal, umpan balik atau feedback sangat mungkin terjadi. Sebab jenis komunikasi ini memungkinkan komunikator dan komunikan saling mengirimkan pesan serta menerima pesan secara bergantian. Komunikasi adalah Penyampaian Pesan Agar Saling Memahami, Kenali Fungsi dan Tujuannya 10 Tujuan Komunikasi Antar Pribadi dan Penjelasannya, Simak Penjelasan Ahli Perbedaan Tujuan Komunikasi Interpersonal dan Intrapersonal, Jangan Sampai Tertukar Dengan demikian, komunikasi interpersonal disebut juga komunikasi antarpribadi. Komunikasi interpersonal ini terjalin antara dua orang atau lebih, baik dilakukan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Untuk lebih rinci, berikut ini ulasan mengenai pengertian komunikasi interpersonal menurut para ahli beserta fungsi, ciri-ciri, dan unsur-unsurnya yang telah dirangkum oleh dari berbagai sumber, Senin 7/2/2022.Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengumumkan hasil Uji Layak Operasi ULO sinyal 5G. Hasilnya, Telkomsel telah resmi mendapatkan izin untuk menyediakan sinyal 5G bagi aspek Komunikasi Interpersonal Menurut Para AhliIlustrasi Komunikasi. Credit ini terdapat sejumlah pendapat lain mengenai pengertian komunikasi interpersonal menurut para ahli, antara lain Dean Barnlund Komunikasi interpersonal adalah sebuah proses komunikasi yang menyangkut paut kan orang lain. Komunikasi interpersonal akan terjadi saat melakukan interaksi yang berfokus dengan isyarat verbal serta nonverbal dan saling berbalas. Bila tidak ada proses pertukaran verbal maupun nonverbal maka hal tersebut tidak bisa dikatakan sebagai proses komunikasi antarpribadi. Joseph Devito Komunikasi interpersonal adalah sebagai proses pengiriman serta penerimaan pesan pada dua orang, maupun kelompok kecil orang yang memberikan efek umpan balik. Efendi Komunikasi interpersonal adalah sebuah komunikasi yang bisa terjadi pada dua orang serta melakukan percakapan. Dalam kontak tersebut dapat bertatap muka maupun melalui telepon sehingga dapat menimbulkan timbal balik. Wayne Pace Komunikasi interpersonal adalah proses komunikasi antara dua orang atau lebih secara tatap muka, yang memungkinkan komunikator menyampaikan pesan secara langsung, dan komunikan menanggapinya pada saat yang bersamaan. Deddy Mulyana Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antarmanusia secara tatap muka, yang memungkinkan pesertanya menangkap reaksi orang lain dengan langsung, baik secara verbal maupun Komunikasi InterpersonalTerdapat beberapa ciri-ciri komunikasi interpersonal, antara lain 1. Bahasa yang digunakan bisa formal dan informal. 2. Memakai media tertentu misal telepon, ponsel, dan e-mail. 3. Dilakukan dua orang atau lebih. 4. Bersifat terbuka dan Komunikasi Credit Afi Parnawi, komunikasi interpersonal punya dua fungsi utama, yakni fungsi sosial dan fungsi pengambilan keputusan. Berikut ini rinciannya 1. Fungsi Sosial Komunikasi interpersonal punya fungsi sosial karena proses komunikasinya terjadi dalam konteks sosial, yang mana antarindividu di dalamnya saling berinteraksi satu sama lain. Fungsi ini menekankan bahwa manusia berkomunikasi untuk memenuhi kewajiban sosial, mengembangkan hubungan timbal balik, meningkatkan dan merawat mutu diri, serta menangani atau menghindari konflik. 2. Fungsi Pengambilan Keputusan Komunikasi interpersonal punya fungsi pengambilan keputusan karena manusia punya kemampuan untuk mengambil sebuah keputusan yang dianggapnya tepat. Fungsi ini menegaskan bahwa manusia berkomunikasi untuk berbagi informasi sebagai bahan pengambilan keputusan, serta memengaruhi orang lain. Karena melalui komunikasi, persetujuan dan kerja sama sangat menentukan pengambilan Komunikasi InterpersonalIlustrasi komunikasi Gambar oleh Free-Photos dari PixabayBerikut ini terdapat beberapa unsur-unsur komunikasi inpersonal adalah 1. Pemberi Pesan Unsur-unsur komunikasi interpesonal yang pertama adalah pemberi pesan. Orang yang ingin menyampaikan pesan dengan maksud menyampaikan informasi dan ide kepada orang lain dikenal sebagai pengirim atau komunikator. 2. Pesan Pesan merupakan ide-ide dan perasaan yang dibagi antara pengirim dan penerima. Inti dari sebuah peristiwa komunikasi adalah pesan, suatu maksud atau gagasan yang ingin disampaikan. Faktor yang mempengaruhi suatu pesan diterima adalah kejelasan, kesiapan penerima, kompleksitas, panjangnya pesan, dan informasi yang terorganisir. Ide-ide dan perasaan dikomunikasikan jika ide atau gagasan itu dipresentasikan dengan simbol-simbol. Simbol terdiri dari dua, yaitu simbol verbal dan nonverbal. Simbol verbal bersifat terbatas dan kompleks, sedangkan simbol nonverbal dapat berupa ekspresi wajah, gestikulasi, postur tubuh, tekanan suara, penampilan dan lain-lain. 3. Umpan balik Unsur-unsur komunikasi interpersonal yang lainnya adalah umpan balik atau feedback. Umpan balik adalah proses untuk memastikan bahwa penerima telah menerima pesan dan memahami dalam pengertian yang sama seperti yang dimaksudkan pengirim. 4. Penerima Unsur-unsur komunikasi interpersonal yang selanjutnya adalah penerima. Penerima adalah orang yang menerima pesan atau untuk siapa pesan tersebut dimaksudkan. Penerimalah yang mencoba memahami pesan dengan cara sebaik mungkin dalam mencapai tujuan yang diinginkan. 5. Saluran Komunikasi Unsur-unsur komunikasi interpersonal yang selanjutnya adalah saluran komunikasi. Orang yang tertarik untuk berkomunikasi harus memilih saluran untuk mengirimkan informasi yang diperlukan, ide, dll. Informasi ini dikirimkan ke penerima melalui saluran tertentu yang dapat berupa formal atau informal. 6. Gangguan Gangguan adalah segala sesuatu yang mengganggu komunikasi, termasuk sikap dan emosi penerima dan pemberi pesan. Stres, cemas, sikap-sikap negatif dan motivasi rendah merupakan faktor yang mempengaruhi gangguan.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
4 Berinisiatif untuk berkomunikasi dengan orang lain. 5. Terus belajar. 6. Berhubungan dengan orang yang percaya diri. 7. Tahu bagaimana menggunakan kekuatan anda sendiri. Orang yang memiliki kelebihan sendiri akan lebih percaya diri. 8. Tetapkan tujuan-tujuan kecil dan capai satu
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Fenomena childfree sedang ramai dibicarakan beberapa waktu terakhir, istilah ini sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1970-an lihat Baber & Deyer, 1986. Childfree merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut pasangan menikah yang memutuskan untuk tidak memiliki anak. Penelitian yang dilakukan oleh Baber dan Deyer 1986 mengungkapkan bahwa individu yang memiliki pandangan childfree cenderung memiliki pandangan non-tradisional mengenai peran gender. Peran tradisional yang dimaksud berarti bahwa perempuan memiliki tugas di rumah dan berorientasi pada anak, atau peran wanita sebagai ibu. Survei yang dilakukan oleh Pew Research Center menunjukkan bahwa sebesar 44% individu berusia 18-49 tahun data dari sampel yang dipilih secara acak di Amerika menyatakan tidak terlalu dan sama sekali tidak ingin memiliki anak Brown, 2021. Di antara responden yang menyatakan tidak ingin memiliki anak, pertimbangan yang mendasari keputusan childfree di antaranya adalah 1 tidak berkeinginan untuk memiliki anak 56%, 2 faktor medis 19%, 3 finansial 17%, 4 tidak ada pasangan 15%, dan 5 usia 10%. Responden yang sudah memiliki anak dan menyatakan tidak ingin menambah anak juga memiliki pertimbangan yang hampir sama dengan orang yang childfree 1 tidak berkeinginan untuk menambah anak, 2 usia, 3 faktor medis, 4 finansial, dan 5 sudah memiliki anak Brown, 2021. Alasan-alasan yang disampaikan oleh para responden penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan untuk childfree maupun tidak menambah anak sebagian besar berdasarkan preferensi dari responden untuk tidak memiliki anak atau tidak ingin menambah pasangan, baik yang childfree maupun yang memiliki anak, mempunyai pertimbangan masing-masing dalam membuat keputusan tentang kehadiran anak yang secara umum berdasarkan preferensi yang bersangkutan. Apabila dilihat dari segi kebahagiaan, apakah individu yang childfree lebih bahagia dari para orang tua pasangan yang memiliki anak? Survey of Health, Ageing and Retirement SHARE di Eropa merupakan survei yang dilakukan di berbagai negara 21 negara dan melibatkan orang berusia di atas 50 tahun menilai kebahagiaan subjective wellbeing. Pasangan yang memiliki anak dan secara rutin berkomunikasi dengan anak cenderung lebih bahagia dibanding pasangan/individu yang childfree. Pasangan yang jarang berkomunikasi dengan anak juga menunjukkan kebahagiaan yang lebih rendah dibanding pasangan yang rutin berkomunikasi dengan anak Albertini & Arpino, 2018. Survei serupa yang dilakukan untuk mengetahui kebahagiaan secara global berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, melibatkan responden menunjukkan hasil yang berkebalikan, orang yang childfree cenderung lebih bahagia dibanding orang yang memiliki 1 sampai 3 anak. Namun, tingkat kebagiaan tersebut sangat bergantung pada usia. Pada kelompok orang yang berusia kurang dari 30 tahun, tingkat kebahagiaan berkurang berdasarkan jumlah anak. Kelompok usia 30-39 tahun tidak menunjukkan kebahagiaan yang lebih rendah berdasarkan jumlah anak. Sedangkan pada kelompok usia 40 ke atas, tingkat kebahagiaan menjadi lebih tinggi, terutama yang memiliki 3 anak menunjukkan kebahagiaan tertinggi MaRgolis & MyRskylä, 2012. Berdasarkan kedua survei tersebut, pertanyaan tentang kelompok mana yang lebih bahagia belum dapat terjawab secara jelas. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi kebahagiaan seseorang dan umumnya bersifat subjektif, bergantung pada preferensi masing-masing. Kebahagiaan seringkali juga disebut sebagai subjective well-being, yang merujuk pada pengalaman individual dan evaluasi terhadap hidup berdasarkaan aspek dan kegiatan tertentu yang dilakukan sepanjang hidup Panel on Measuring Subjective Well-Being in a Policy-Relevant Framework, 2013. Pengertian ini menandakan bahwa setiap orang bisa jadi memiliki tolok ukur kebahagiaan yang berbeda-beda, meski bisa dilakukan pengukuran secara umum berdasarkan kriteria tertentu. Oleh karena itu, perbandingan kebahagiaan antara kedua kelompok ini bisa sangat subjektif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti hasil penelitian MaRgolis dan MyRskylä 2012, juga diperlukan pengukuran berkala untuk mengetahui perubahan tren antar M. & Arpino, B. 2018. Childlessness, parenthood and subjective wellbeing The relevance of conceptualizing parenthood and childlessness as a continuum. Diakses dari Baber, K. M. & Dreyer, A. S. 1986. Gender-role orientations in older child-free and expectant couples. Sex Roles, 149/10 501-512. Brown, A. 2021. Growing share of childless adults in don’t expect to ever have children. Diakses dari MaRgolis, R. & MyRskylä, M. 2012. A global perspective on happiness and fertility. Population and Development Review, 371 29-56. doi on Measuring Subjective Well-Being in a Policy-Relevant Framework; Committee on National Statistics; Division on Behavioral and Social Sciences and Education; National Research Council; Stone AA, Mackie C, editors. 2013. Subjective well-being Measuring happiness, suffering, and other dimensions of experience [Internet]. Washington DC National Academies Press. Available from doi Lihat Sosbud Selengkapnya
Kebutuhanini berkaitan dengan komunikasi dan interaksi dengan orang lain. (Baca juga : hukum permintaan dan penawaran – teori perilaku konsumen) Kultural; Dalam segi ini kultural adalah aspek yang berhubungan dengan kebudayaan, dimana manusia itu hidup maka mereka memiliki sebuah kebudayaan yang menjadi ciri khas atau jati dirinya. Spiritual
Tak semua orang merasa nyaman untuk bisa membangun komunikasi dengan orang lain. Entah kenapa, rasanya dag-dig-dug aja, apalagi orang lain itu bukanlah kerabat atau sahabat dekat. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama? Nah, kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain ini masuk dalam lingkup komunikasi interpersonal, atau yang disebut juga dengan komunikasi antarpersonal atau komunikasi antarpribadi. Definisi dan Elemen Komunikasi Interpersonal Agar kamu lebih memahaminya, berikut adalah definisi dari komunikasi interpersonal yang sudah dirangkum dari berbagai sumber. Komunikasi interpersonal adalah salah satu bentuk komunikasi antara dua orang atau lebih dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Artinya, pesan yang disampaikan tersebut dapat berupa perkataan, tulisan, bahasa tubuh, ekspresi, dan emosi. Pada umumnya, komunikasi memiliki beberapa elemen penting, yakni pemberi pesan sumber, pesan, media, encoding, decoding, gangguan, umpan balik, dan konteks. Seluruh elemen ini pun berperan dalam proses komunikasi interpersonal. Elemen Komunikassi Interpersonal a. Sumber Dalam komunikasi interpersonal, interaksi terjadi antara dua orang atau lebih. Masing-masing pihak berperan sebagai sumber atau pemberi pesan, yang juga sekaligus berperan sebagai penerima pesan. b. Pesan Karena proses komunikasi interpersonal dilakukan secara langsung atau tatap muka, seluruh komponen yang ada didalamnya akan ditangkap sebagai pesan. Artinya, ketika mengirim dan menerima pesan, seluruh panca indera kita turut merespons pesan tersebut, baik secara verbal maupun nonverbal. c. Encoding-decoding Encoding adalah proses memproduksi pesan, contohnya saat kita berbicara atau menulis. Sedangkan decoding adalah sebaliknya, yakni proses untuk menangkap dan memahami isi pesan, misalnya dengan cara mendengar atau membaca. d. Media Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, komunikasi interpersonal dilakukan secara tatap muka, sehingga media yang digunakan dalam mengirim dan menerima pesan adalah seluruh panca indera yang kita miliki. e. Gangguan Segala hal yang berpotensi mengganggu proses penerimaan suatu pesan, merupakan gangguan komunikasi. Terdapat beberapa jenis gangguan, yakni gangguan semantik, gangguan fisiologis, gangguan intelektual, gangguan lingkungan, dan gangguan psikologis. f. Umpan balik Pesan yang direspons oleh penerima atas pesan yang dikirimkan disebut sebagai umpan balik atau feedback. Bentuknya bisa dalam bentuk verbal perkataan dan tulisan, atau nonverbal bahasa tubuh, ekspresi, atau emosi tertentu, lalu umpan balik positif atau umpan balik negatif. g. Etika Ketika kita menjalin hubungan dengan orang lain, terdapat etika yang harus diperhatikan, termasuk saat berkomunikasi. Penting bagi kamu untuk memahami cara bersikap yang baik dengan orang lain, dengan memperhatikan pula adat istiadat dan juga tata krama yang dianut. h. Konteks Komunikasi berlangsung pada suatu lingkungan atau konteks tertentu, yang mempengaruhi cara berkomunikasi dan isi pesan yang disampaikan. Karakteristik Komunikasi Interpersonal Setelah memahami elemen-elemen dalam komunikasi interpersonal, kita perlu memahami karakteristik komunikasi interpersonal. Mengacu kepada teori Komunikasi Interpersonal dari Joseph A. DeVito, yang menyebutkan bahwa efektivitas komunikasi interpersonal dipertimbangkan dari lima karakteristik, yaitu a. Keterbukaan Sikap terbuka memiliki pengaruh besar dalam efektivitas pada komunikasi interpersonal. Hal ini mengacu pada kesediaan sumber untuk mengungkapkan informasi secara patut serta kesediaan penerima pesan untuk bereaksi secara jujur terhadap pesan yang diterima. b. Empati Rasa empati adalah kemampuan seseorang untuk memahami apa yang sedang dialami oleh orang lain. Dengan kemampuan ini, seseorang akan mampu merespons setiap pesan yang diterima dengan menyesuaikan terhadap kondisi yang ada. c. Perilaku suportif Hubungan antarpribadi dapat berlangsung secara efektif jika terdapat sikap suportif atau mendukung di dalamnya. Kebalikan dari sikap suportif adalah defensif. d. Perilaku positif Sikap positif ini mencakup sikap seseorang yang merasa positif terhadap dirinya, sehingga akan mempengaruhi perasaan yang timbul saat berkomunikasi. Selain itu, perasaan positif juga penting untuk hadir pada situasi komunikasi untuk menciptakan interaksi yang efektif. e. Kesetaraan Untuk menciptakan komunikasi yang efektif, setiap individu yang terlibat perlu membangun suasana setara. Hal ini akan muncul dengan adanya sikap saling menghargai dan memahami perbedaan yang ada. Jadi, setiap informasi yang kamu sampaikan itu ternyata sangat bisa ditafsirkan dalam berbagai cara, yang dipengaruhi oleh setiap elemen komunikasi, serta bagaimana karakteristik komunikasi terjalin. Meskipun begitu, kamu tidak perlu merasa khawatir untuk membangun komunikasi interpersonal dengan orang lain, karena pada dasarnya kemampuan dalam berkomunikasi sangat mungkin untuk ditingkatkan. Agar lebih pasti, kamu bisa mengukur kemampuan komunikasi interpersonal melalui Tes Komunikasi Interpersonal dari Quipper Campus, secara gratis. Cukup luangkan waktu selama 5 menit untuk bisa mengetahui hasilnya. Tips Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih. Oleh karena itu, sangat penting untuk kamu melibatkan orang lain sebagai upaya untuk mengasah kemampuan tersebut. Beberapa tips ini bisa kamu terapkan. Jangan mager. Hal ini penting banget untuk dilakukan, terlebih pada seseorang yang tidak terlalu suka berinteraksi dengan orang lain. Kalau kamu mau meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal, kamu harus memaksa dirimu untuk aktif berkegiatan, sehingga interaksi sosialmu dengan orang lain akan terjalin. Ikut kegiatan yang kamu sukai. Tentu untuk bisa aktif berkegiatan, kamu tidak perlu memaksakan ikut pada setiap organisasi atau forum. Pilih yang sesuai dengan hobi, minat, dan bakat kamu. Ajak teman dekat. Jika memungkinkan, ajak teman dekatmu untuk bisa terlibat pada kegiatan yang kamu ikuti. Meskipun begitu, jangan terlalu bergantung dengannya. Kamu perlu membangun hubungan dengan anggota lainnya. Sering memuji. Cara sederhana untuk membangun komunikasi dengan orang lain adalah dengan memberikan pujian. Tidak perlu berpikir terlalu rumit. Kamu bisa memuji caranya berpakaian, bicara, atau barang-barang yang ia kenakan. Jangan takut bertanya. Salah satu cara untuk membangun komunikasi lainnya adalah dengan melemparkan suatu pertanyaan kepada lawan bicara. Kamu bisa bertanya hal-hal sederhana mengenai situasi saat ini, hobi, atau aktivitas organisasi. Keuntungan melemparkan pertanyaan lebih dulu adalah kamu tidak perlu bicara terlalu banyak, karena lawan bicaramu yang akan menjelaskan berbagai hal terkait pertanyaan yang kamu ajukan. Selamat mencoba. Baca Juga
individuanak yang berbeda dari anak lainnya (Vasta, 1992). C. PROSES PERKEMBANGAN Berikut ini adalah beberapa hal yang mendasari proses pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. 1. Masa Perkembangan yang Cepat Pada anak terjadi pertumbuhan yang cepat dibandingkan dengan pertumbuhan yang dialami spesies lain.
Diri pribadi adalah suatu ukuran kualitas yang memungkinkan seseorang untuk dianggap dan dikenali sebagai individu yang berbeda dengan individu lainnya. Kualitas yang membuat seseorang memiliki kekhasan sendiri sebagai manusia ini, tumbuh dan berkembang melalui interaksi sosial, yaitu berkomunikasi dengan orang lain. Individu tidak dilahirkan dengan membawa kepribadian. Pengalaman dalam kehidupan akan membentuk diri pribadi setiap manusia, tetapi setiap orang juga harus menyadari apa yang sedang terjadi dan apa yang telah terjadi pada diri pribadinya. Kesadaran terhadap diri pribadi ini pada dasarnya adalah suatu proses persepsi yang ditujukan pada dirinya sendiri. Persepsi Terhadap Diri Pribadi self-perception Proses psikologis diasosiasikan dengan interpretasi dan pemberian makna terhadap orang atau objek tertentu, dikenal dengan persepsi. Menurut Fisher, persepsi didefenisikan sebagi interpretasi terhadap berbagai sensasi sebagai representasi dari objek-objek eksternal, jadi persepsi adalah pengetahuan yang dapat ditangkap oleh indera kita, karenanya persepsi mensyaratkan 1. adanya objek eksternal yang dapat ditangkap oleh indera kita. 2. adanya informasi untuk diinterpretasikan. 3. menyangkut sifat representatif dari penginderaan. Karenanya persepsi tidak lebih dari sekedar pengetahuan mengenai apa yang tampak sebagai realitas bagi diri kita. Realitas yang kita persepsikan seringkali adalah yang paling jelas, pribadi, penting dan terpercaya bagi kita. Sementara indera kita punya keterbatasan, karenanya bisa jadi pengetahuan yang kita simpulkan bukanlah suatu kenyataan yang sebenarnya. Sifat-sifat persepsi Persepsi terjadi di dalam benak individu yang mempersepsi, bukan didalam objek dan selalu merupakan pengetahuan tentang penampakan. Maka apa yang mudah menurut kita belum tentu mudah bagi orang lain, atau apa yang jelas menurut orang lain mungkin terasa membingungkan bagi kita. Dalam konteks inilah kita perlu memahami sifat-sifat persepsi 1. persepsi adalah pengalaman. Untuk memaknai seseorang, objek atau peristiwa kita menginterpretasikannya dengan pengalaman masa lalu yang menyerupainya. Pengalaman menjadi pembanding untuk mempersepsikan suatu makna. 2. persepsi adalah selektif. Kita melakukan seleksi pada hal-hal yang kita inginkan saja, sehingga mengabaikan yang lain. Kita mempersepsikan hanya yang kita inginkan atas dasar sikap, nilai dan keyakinan yang ada dalam diri kita, dan mengabaikan karakteristik yang berlawanan dengan keyakinan atau nilai yang kita miliki. 3. persepsi adalah penyimpulan. Mencakup penarikan kesimpulan melalui suatu proses induksi secara logis. Interpretasi yang dihasilkan melalui persepsi adalah penyimpulan atas informasi yang tidak lengkap. Artinya mempersepsikan makna adalah melompat pada suatu kesimpulan yang tidak sepenuhnya didasarkan atas data sesungguhnya, tapi hanya berdasar penangkapan indra yang terbatas. 4. persepsi tidak akurat. Setiap persepsi yang kita lakukan akan mengandung kesalahan dalam kadar tertentu. Ini disebabkan oleh pengalaman masa lalu, selektivitas dan penyimpulan. Semakin jauh jarak antara orang yang mempersepsi dengan objeknya, maka semakin tidak akurat persepsinya. 5. persepsi adalah evaluatif. Persepsi tidak pernah objektif, karena kita melakukan interpretasi berdasarkan pengalaman dan merefleksikan sikap, nilai dan keyakinan pribadi yang digunakan untuk memberi makna pada objek yang dipersepsi. Kita cenderung mengingat hal-hal yang memiliki nilai tertentu bagi diri kita bisa sangat baik atau sangat buruk. Sementara yang biasa-biasa saja cenderung kita lupakan dan tidak bisa diingat dengan baik. Beberapa Elemen Persepsi 1. sensasi/penginderaan dan interpretasi. Ketika individu menangkap sesuatu melalui inderanya melihat, mendengar, mencicipi, membau dan meraba maka secara simultan ia akan menginterpretasikan makna dari hasil penginderaan. 2. Harapan. Kita cenderung untuk mendengar apa yang kita harapkan untuk didengar dan melihat apa yang kita harapkan untuk dilihat. 3. bentuk dan latar belakang figure & ground. Persepsi mencakup pembedaan antara informasi yang menjadi figure informasi yang dianggap penting/relevan dan informasi yang menjadi background informasi yang kurang penting/relevan. 4. perbandingan. Orang biasanya ingin meyakini kebenaran persepsinya. Caranya adalah dengan melakukan perbandingan berdasarkan pengalaman yang pernah dialaminya. 5. konteks. Seperangkat fenomena yang mendasari suatu objek untuk dimaknai. Kesadaran Pribadi self-awarness Identitas diri adalah cara-cara yang kita gunakan untuk membedakan individu satu dengan individu-individu lainnya. Dengan demikian diri adalah suatu pengertian yang mengacu pada identitas spesifik dari individu. Fisher menyebutkan ada beberapa elemen dari kesadaran diri, yaitu konsep diri, self-esteem, dan multiple selves. 1. konsep diri adalah bagaimana kita memandang diri kita sendiri. Umumnya orang menggolongkan diri sendiri dalam tiga kategori; a. karakteristik atau sifat pribadi adalah sifat yang dimiliki, seperti fisik laki-laki, perempuan, tinggi, rendah, cantik, tampan, gemuk, dsb. Atau kemampuan tertentu pandai, pendiam, rajin, cermat dsb b. karakteristik atau sifat sosial, misalnya introvert atau ekstrovert, ramah atau ketus, periang atau pendiam. c. peran sosial, contohnya ayah, ibu, guru, militer, polisi 2. self esteem, merupakan bagian yang inherent dari konsep diri. Self esteem kita adalah bagian dari interpretasi atau penyimpulan dari persepsi diri. Self-esteem berpengaruh pada perilaku komunikasi kita. Jika self-esteem kita tinggi, biasanya kita lebih percaya diri, mandiri dan merasa kompeten. 3. multiselves. Setiap kita kadang memiliki identitas yang berbeda dalam berbagai situasi atau kondisi. Misalnya di kelas sebagai guru, di rumah sebagai ayah. Memahami orang lain dalam komunikasi suatu interaksi komunikasi melibatkan dua orang, akan terdapat dua pribadi yang harus dikenali, yaitu diri kita sendiri dari diri orang yang menjadi lawan bicara kita. Walau pun bukan hal mudah, ada tiga jenis informasi yang dapat kita gunakan untuk tujuan itu 1. menyusun mekanisme proteksi, yaitu kita ingin mengetahui apa yang diharapkannya melalui komunikasi dengan kita. 2. melakukan pemahaman terhadap tujuan orang, kita dapat mengevaluasi kesungguhan atau akurasi dari penampilannya. Setiap individu melakukan itu dalam rangka mencapai dua tujuan, yaitu mengurangi ketidakpastian dan perbandingan sosial. Ketika pertama bertemu dengan seseorang maka sejumlah pertanyaan muncul dalam diri kita. Selanjutnya kita akan berkomunikasi untuk mendapatkan sejumlah jawaban terhadap sejumlah pertanyaan. Jadi dalam tahap awal komunikasi antarpribadi, kita akan berusaha mengurangi ketidakpastian yang kita rasakan. Upaya ini pada dasarnya merupakan proses pemaknaan, yaitu menghilangkan makna-makna yang tidak sesuai hingga tersisa makna-makna yang kita anggap sesuai. Perbandingan sosial adalah proses membandingkan diri kita dengan orang lain. Festinger mengatakan biasanya orang melakukan evaluasi diri, yaitu suatu cara untuk mengetahui diri kita sendiri konsep diri. Selain itu juga kita ingin mengetahui bagaimana menilai diri kita self esteem. Ketika melakukan perbandingan sosial, kita cenderung untuk membandingkan dengan yang setara. Artinya kita cenderung tidak melakukan evaluasi diri secara objektif, meskipun demikian ini merupakan cara yang sehat untuk menjaga kestabilan konsep diri dan self esteem. Persepsi Terhadap Orang lain Proses mempersepsi orang lain mencakup persepsi terhadap karakteristik fisik dan perilaku komunikasi orang tersebut. Steve Duck mengemukakan 3 hal berkaitan dengan itu 1. perilaku tersebut mungkin terasa menyenangkan bagi kita, karena biasanya kita suka dengan senyuman dan pujian. 2. perilaku tersebut memberi informasi yang kita gunakan untuk membentuk semacam kesan mengenai kondisi internal seseorang kepribadian, nilai, sikap, keyakinan. 3. perilaku seseorang dapat memberikan perkiraan mengenai kelanjutan hubungan di kemudian hari. Perilaku Terhadap orang lain Untuk dapat berkomunikasi secara efektif, kita berharap untuk dapat mempengaruhi persepsi orang lain terhadap diri kita. Kita menginginkan orang lain memiliki penilaian yang baik terhadap diri kita, paling tidak memiliki kesan bahwa kita konsisten dengan tujuan kita berkomunikasi dengannya. Kita dapat berharap bahwa prang lain dapat menjadi teman, pimpinan, pasangan dan berbagai peran sosial lainnya. Meskipun kita tidak bisa mengendalikan persepsi orang seperti yang kita mau, namun kita dapat mengarahkan persepsi mereka sesuai yang kita harapkan. Beberapa konsep yang menjelaskan itu antara lain 1. impression management. Erving Gooffman mengemukakan bagaimana setiap orang dalam kesehariannya memainkan macam-macam peran kepada orang lain. Tindakan itu sesuatu yang alamiah dan wajar dalam melakukan interaksi sosial. Konsep ini memandang KAP sebagai sebuah drama atau sandiwara. Sebagai partisipan dalam komunikasi kita bukan saja aktor tapi juga penulis skenario yang menulis naskah drama kehidupan nyata kita. 2. rhetorical sensitivity. Dikemukakan oleh Rod Hart dan Don Burks, yang mengacu pada kualitas persepsi yang didasarkan atas kemungkinan-kemungkinan. Menerapkan konsep ini berarti peka terhadap diri sendiri, peka terhadap situasi, dan terutama peka terhadap orang lain. Tindakan ini mencakup pemilihan perilaku komunikasi yang sesuai bagi kombinasi antara diri kita, orang lain, dan situasi tertentu selama kegiatan KAP. Dengan kata lain konsep ini melakukan adaptasi terhadap sejumlah kemungkinan. Terdapat 5 karakteristik dari konsep ini a. mampu menerima kompleksitas pribadi. b. Menghindari sikap kaku/keras dalam berkomunikasi dengan orang lain. c. Menyeimbangkan kepentingan pribadi dengan kepentingan orang lain. d. Meyadari kapan harus berkomunikasi dalam berbagai situasi yang berbeda. e. Menyadarai pesan dapat disampaikan dalam berbagai cara untuk menyamapikan suatu maksud. 3. atributional respons, merupakan cara lain penggunaan proses atribusi melalui perilaku kita sebagai reaksi atas tindakan orang lain. Setiap tindak komunikasi dalam percakapan dapat menyertakan ekspresi atau pernyataan atributif. 4. konfirmasi antar pribadi. by Drs. Ahmad Mulyana, Referensi 1. Sasa Djuarsa S., Teori Komunikasi, Universitas Terbuka, Jakarta. 2003 2. John Fiske, Introduction to Communication Studies, Sage Publications, 1996 3. Stephen W. Littlejohn, Theories of Human Communiation, Wadsworth Publication, New Jersey, 1996. Tags Teori Komunikasi - VI This entry was posted on April 22, 2008 at 310 pm and is filed under Teori Komunikasi. You can follow any responses to this entry through the RSS feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
DrMeredith Belbin mempelajari kerja tim selama bertahun-tahun, dan dia terkenal mengamati bahwa orang-orang dalam tim cenderung mengambil " peran tim" yang berbeda.Dia mendefinisikan peran tim sebagai "kecenderungan untuk berperilaku, berkontribusi, dan saling berhubungan dengan orang lain dengan cara tertentu" dan menyebutkan sembilan peran tim
- Tes Kepribadian Apakah Anda Orang yang Otoriter? Ketahui dengan Memilih Hal Pertama yang Anda Lihat! Tes kepribadian adalah metode populer untuk lebih memahami psikologi individu. Mereka terutama digunakan dalam konteks wawancara kerja dan psikoterapi, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu individu lebih memahami kepribadian mereka sendiri. Tes kepribadian dapat mengungkapkan banyak karakteristik berbeda yang penting dalam menentukan bagaimana seseorang berinteraksi dengan lingkungannya. Apa yang kami amati pertama kali adalah indikator yang baik apakah seseorang itu otoriter atau tidak. Tes kepribadian ini akan memeriksa karakteristik ini dan membantu individu mengenal diri mereka lebih baik. Apakah Anda melihat jerapah? Baca JugaCerai dari Nikita Mirzani, Antonio Dedola Ungkap Agama yang Dianutnya Sekarang Jika Anda pertama kali mengamati jerapah, Anda mungkin seseorang yang reaksi pertamanya adalah melihat jauh ke depan. Anda memiliki perencanaan dan pemikiran strategis yang memungkinkan Anda mengawasi masa depan dan dengan demikian membuat keputusan yang tepat di setiap tahap. Anda adalah pemimpin alami, mampu membuat keputusan yang cepat dan efektif untuk menyelesaikan masalah. Kemampuan Anda untuk memahami konteks membantu Anda menjalankan otoritas atas situasi dan orang sambil tetap menghormati dan peduli. Anda adalah orang otoriter yang tahu bagaimana membuat keputusan untuk kebaikan semua. Ilustrasi tes kepribadian sumber Anda melihat wajah? Jika Anda memperhatikan wajah terlebih dahulu, itu berarti Anda adalah orang yang sangat sensitif. Anda memiliki kepekaan bawaan yang memungkinkan Anda dengan cepat melihat dan memahami apa yang dirasakan orang lain. Empati Anda adalah aset utama Anda dan membantu Anda menciptakan hubungan yang langgeng. Kemampuan Anda untuk mendengarkan dengan cermat dan berkomunikasi secara terbuka dengan orang lain membuat Anda menjadi pemimpin yang dicintai. Baca Juga5 Penyakit pada Lidah yang Perlu Kamu Ketahui, Salah Satunya Glositis Ketenangan batin dan kebijaksanaan mendalam Anda adalah kualitas berharga yang membuat orang lain merasa aman bersama Anda. Anda adalah orang yang berempati yang tahu bagaimana mendengarkan dan memahami orang lain. Apakah Anda melihat tenda? Jika demikian, itu berarti Anda adalah orang yang sangat ingin tahu dan suka berpetualang. Anda memiliki pikiran terbuka untuk mengeksplorasi ide dan konsep baru, yang membuat Anda sangat disayangi orang lain. Sikap terbuka ini seringkali mengarah pada penemuan ide-ide inovatif dan kreatif yang dapat memberikan dampak positif bagi orang-orang di sekitar Anda. Imajinasi Anda yang tak terbatas seringkali menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang di sekitar Anda. Anda adalah orang yang ingin tahu dan berani yang siap menjelajahi dunia. Jika demikian, itu berarti kualitas utama Anda adalah kekuatan dan ketekunan. Keterampilan konsentrasi Anda yang luar biasa menjadikan Anda orang yang sangat disiplin yang mampu mencapai tujuan Anda dengan mudah. Keterampilan organisasi Anda sangat dicari karena memungkinkan orang lain mengandalkan kesempurnaan dan perhatian Anda terhadap detail. Orang-orang mengandalkan kejujuran, kesetiaan, dan akuntabilitas Anda untuk membuat keputusan sulit atau memecahkan masalah yang rumit. Anda adalah orang yang kuat dan gigih yang tahu bagaimana membuat keputusan sulit. ***
- Аሷεγуզኮ ζθሂըвոዪοկи ջоփавеնаμ
- Рсυ և
- Диηу ек пеፆፈщխ
- Твиጊо ፐчок
- Оዠавен րቸзе
- ቇ оժυյኂ зиտошθ
- Υձюվуфи փիξըፁуዶι իላутοк
- Тιмէц иρυφореֆ
- Ոйεհιጆуц ኢուսа
- Ласը дреռ
- Енስծюзуዖኗ етволуловр օվэ
Berbicaramerupakan salah satu keterampilan yang sangat penting disamping tiga keterampilan bahasa lainnya, yaitu membaca, menulis, menyimak. Hal ini dikarenakan dengan sesama manusia, menyatakan pendapat, menyampaikan maksud dan pesan, mengungkapkan perasaan dan segala kondisi emosional, dan lain sebagainya.
PengertianToleransi Adalah. Apa yang dimaksud dengan toleransi (tolerance)?Secara umum, pengertian toleransi adalah suatu sikap yang saling menghargai dan menghormati antar individu atau kelompok di dalam masyarakat meskipun terdapat perbedaan di dalamnya, baik itu perbedaan pendapat, pandangan, agama, ras, budaya, dan perbedaan
masihterbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang terjadi pada orang yang menerima stimulus tersebut dan belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain. 2. Perilaku terbuka (overt behavior) Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka.
Secarasederhana, komunikasi Antar Pribadi adalah komunikasi yang berlangsung oleh pribadi satu dengan pribadi yang lainnya. Komunikasi yang juga sering disebut Interpersonal Communication adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun
1 Orang TIDAK dapat tidak berkomunikasi. 2. Setiap komunikasi antarpribadi menghasilkan suatu kesenangan dalam berelasi timbal balik, sehingga disebut METAKOMUNIKASI (suatu tanggapan, umpan balik segera yang terjadi secara serempak dalam komunikasi antarpribadi) 3. Memahami komunikasi antarpribadi hendaklah dalam konteks
Inisiasi5 Manajemen Bisnis Dan Organisasi Pada Pasar Sekarang Fungsi Manajemen Bisnis Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai
BIMBINGANDAN KONSELING. A. Pengertian Interaksi Sosial. Interaksi sosial ialah hubungan antara individu satu dengan individu yang lain, individu satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, jadi terdapat adanya hubungan yang saling timbal balik. Hubungan tersebut dapat antara individu dengan individu, individu dengan kelompok
6 Prosedur parlementer; 7) Penafsiran lisan; 8) Seni derama; 9) Berbicara melalui udara. Dan kalau kita memandang berbicara sebagai ilmu maka hal-hal perlu ditelaah, antara lain sebagai berikut. 1) Mekanisme bicara dan mendengar. 2) Latihan dasar bagi ajaran dan suara. 3) Bunyi-bunyi bahasa.
.