🥂 Kelebihan Dan Kekurangan Madrasah Aliyah

Instrumenini bertujuan mengukur kelebihan dan kelemahan literasi membaca, numerasi, sains, sosial budaya, termasuk survei karakter siswa di madrasah. Saat ini, Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag sedang menuntaskan penyusunan instrumen Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI). "Kegiatan ini merupakan bagian dari program REP-MEQR Origin is unreachable Error code 523 2023-06-15 100554 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d79ff306cac286b • Your IP • Performance & security by Cloudflare pelajaranFiqih di tingkat Madrasah Aliyah Sesuai dengan karakteristik masalah yang diangkat, penelitian ini merupakan Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak luput dari berbagai kekurangan dan keterbatasan. Penulis mengharapkan kritik dan saran sehingga nilai-nilai Keunggulan dan Kelemahan Penilaian Autentik.. 42 9. Skala
Related PapersThis research aims to determine the type of evaluation, evaluation techniques, and the quality of the instrument for evaluating reading skills in the textbook " Durūs Al-Lugah Al-Arabiyyah Buku Siswa Bahasa Arab Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas X Madrasah Aliyah". The type this research is library research whose object is textbook "Durūs Al-Lugah Al-Arabiyyah Buku Siswa Bahasa Arab Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas X Madrasah Aliyah". Meanwhile, the authors analyzed data using content analysis were conducted using the observation of data sources both primary and secondary. The results of this research to show that this type of reading skills evaluation in textbook Durūs Al-Lugah Al-Arabiyyah Buku Siswa Bahasa Arab Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas X Madrasah Aliyah is a type of formative evaluation and diagnostic evaluation. Reading skills evaluation techniques in this book include test technique and non-test technique. The quality of ...Abstract This research aims to determine the type of evaluation, evaluation techniques, and the quality of the instrument for evaluating reading skills in the textbook " Durūs Al-Lugah Al-Arabiyyah Buku Siswa Bahasa Arab Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas X Madrasah Aliyah". The type this research is library research whose object is textbook "Durūs Al-Lugah Al-Arabiyyah Buku Siswa Bahasa Arab Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas X Madrasah Aliyah". Meanwhile, the authors analyzed data using content analysis were conducted using the observation of data sources both primary and secondary. The results of this research to show that this type of reading skills evaluation in textbook Durūs Al-Lugah Al-Arabiyyah Buku Siswa Bahasa Arab Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas X Madrasah Aliyah is a type of formative evaluation and diagnostic evaluation. Reading skills evaluation techniques in this book include test technique and non-test technique. The quality of the reading skills evaluation instrument in this book in terms of the material contained multiple-choice items and descriptions that do not match the indicator. In terms of construction, there are some components that are not fulfilled clause study on item true-false, stuffing or short-answer and multiple choice. in terms of language, the overall quality of the evaluation instruments is good. Keywords Evaluation, reading skill, textbookPenelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukan problem dalam buku teks bahasa Arab madrasah, seperti adanya kesalahan bahasa dan kurang sesuai dengan standar BSNP. Penelitian ini akan menganalisis kelayakan isi buku teks bahasa Arab naḥwu dan ṣaraf Madrasah Aliyah peminatan keagamaan kelas X dengan teori Mackey seleksi, gradasi, presentasi, repetisi dan juga kelebihan dan kekurangan buku teks tersebut dengan perspektif Mackey. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas buku teks bahasa Arab naḥwu dan ṣaraf Madrasah Aliyah peminatan keagamaan kelas X. Penelitian ini termasuk dalam penelitian literature atau penelitian kepustakaan library research, sementara itu dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis isi content analysis. Hasil dari penilitian ini menunjukkan bahwa buku ini layak untuk pembelajaran siswa kelas X. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan secara umum bahwa kualitas materi pada buku teks ini sudah memenuhi prinsip-prinsip seleksi materi, gradasi, presentasi, dan repetisi. Namun, dari prinsip presentasi hanya menggunakan salah satu dari empat aspek proses presentasi seperti prosedur differential, ostensive, pictorial, dan penelitian dan pengembangan Buku Ajar Bahasa Arab Kelas X Sepuluh ini adalah membangun dan meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Kitab Kuning bagi siswa Kelas X sepuluh Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Karangploso. Rancangan awal prototype hasil pengembangan diuji dalam dua tahap, yakni 1 Validasi Ahli, dan 2 Uji Lapangan Penuh. Pada tahap validasi Ahli yang melibatkan 3 tiga orang ahli yang terdiri dari 1 satu orang pakar Bahasa Arab dan 2 dua orang praktisi pembelajaran Bahasa Arab. Sedangkan tahap uji lapangan dilaksanakan dengan melibatkan 20 dua puluh anggota populasi dengan menggunakan desain eksperimen one group pretes-post test. Penghitung-an statistik dalam penelitian ini menggunakan aplikasi IBM SPSS 19. Hasil Validasi Ahli menunjukkan bahwa rata-rata penilaian adalah 85,67 yang masuk pada kriteria sangat baik sehingga produk tidak perlu direvisi. Pengambilan keputusan hasi uji lapangan dilakukan dengan cara melihat membandingkan hasil t-hitung dan t-tabel. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai t-hitung berada pada berbanding pada t-tabel dengan degree of freedom df N-1=19. Uji dilakukan pada pihak kanan karena ingin mngetahui apakah nilai post-test lebih besar dari pada pre-test. Hasil tersebut menyatakan bahwa hasil penghitungan t-test jatuh pda area penerimaan null hipotesis Ho. Hal ini membuktikan bahwa null hipotesis yang menyatakan bahwa rata-rata nilai siswa setelah menggunakan buku ajar lebih tinggi dari pada sebelum menggunakan buku ajar adalah diterima adanya. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa produk hasil pengembangan ini mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca teks literature bahasa ini membuktikan bahwa Implementasi Metode Langsung The Direct Metthod tidak efektif dalam meningkatkan pembelajaran bahasa 0px; "> </PAI Islamic Education Books for Islamic High School of 2013 curriculum have not been evaluated from users’ student and teacher perspective. This research more focuses on content aspect, however, there are also findings in the form of inputs from users in terms of presentation, language, and graphics. The research uses quantitative approach and Krippendorf content analysis method and CSI customer satisfaction index, it can be seen that a finding shows that the grading of 11th Grade MA PAI Books users at 5 MA in Gunungkidul District shows that a study course having the lowest average grade of 11th Grade MA PAI in 1 to 5 scales is SKI and the highest is Al-Quran and Hadeeth while the other two study courses, namely Religious Behavior Akidah Akhlak is and Islamic Law Fiqh The same result is showed in CSI formula, that the grade /satisfaction criteria in 1 to 100 scales, study course having the lowest grade is SKI and the...
AnalisisNilai Moderasi Beragama Pada Materi Jihad Kelas XII Madrasah Aliyah. Kata moderasi berasal dari Bahasa Latin modertio, yang berarti sedangan (tidak kelebihan dan tidak kekurangan). Dalam kamus besar bahasa Indonesia menyediakan dua pengertian kata moderasi, yakni: 1. pengurangan kekerasan, dan 2. penghindaran keekstreman.
Origin is unreachable Error code 523 2023-06-15 100552 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d79ff262c43d0c5 • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Untukmendeskripsikan strategi pembinaan akhlak siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 2 Yanggong Ponorogo. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanan pembinaan akhlak siswa MA Yanggong.Yang menjadi permasalahan penelitian ini adalah, Apa materi pembinaan akhlak siswa yang diterapkan di MA yanggong, Bagaimana strategi pembinaan
ArticlePDF Available AbstractOne part of the subjects of national education is Islamic education. As for the grouping of Islamic teachings in the form of subjects in Madrasah ranging from Madrasah Ibtidaiyah MI, Madrasah Tsanawiyah MTs, and Madrasah Aliyah MA, there are subjects devoted to religious specialization. At the level of Madrasah Aliyah MA, the specialization of the Religious sciences was developed in the form of study-specific subjects and there were also subjects that served as supporters such as the subjects of Islamic Cultural History. In this paper, the author analyzes the student manual for the subjects of Islamic Culture History class XI Scientific Approach Curriculum 2013 using an analytical study approach in terms of the order of subject matter in the book and the double movement hermeneutics study approach ala Fazlur Rahman. The results of this study explain that the SKI subjects have been elaborated with clear and detailed indicators, but the subject matter of the SKI has not provided an analysis description for the development of scientific insights of students in answering the actual problems, for example, the plurality that characterizes the Indonesian nation. Therefore, the SKI study must involve Fazlur Rahman's hermeneutic analysis and Nietzsche's critical history analysis to read past phenomena to build on current progress in accordance with the mandate of National Education System Law No. 20 of 2003. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. 70 Vol. 2, No. 1, Januari – Juni 2018 ANALISA MATERI PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MADRASAH ALIYAH KELAS XI DAN RELEVANSINYA DI INDONESIA Siti Masulah1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu Info Artikel Sejarah Artikel Diterima; Desember 2017 Disetujui; Januari 2018 Dipublikasikan; Maret 2018 Keywords Hermeneutics; islamic cultural history; the plurality of nations Abstract One part of the subjects of national education is Islamic education. As for the grouping of Islamic teachings in the form of subjects in Madrasah ranging from Madrasah Ibtidaiyah MI, Madrasah Tsanawiyah MTs, and Madrasah Aliyah MA, there are subjects devoted to religious specialization. At the level of Madrasah Aliyah MA, the specialization of the Religious sciences was developed in the form of study-specific subjects and there were also subjects that served as supporters such as the subjects of Islamic Cultural History. In this paper, the author analyzes the student manual for the subjects of Islamic Culture History class XI Scientific Approach Curriculum 2013 using an analytical study approach in terms of the order of subject matter in the book and the double movement hermeneutics study approach ala Fazlur Rahman. The results of this study explain that the SKI subjects have been elaborated with clear and detailed indicators, but the subject matter of the SKI has not provided an analysis description for the development of scientific insights of students in answering the actual problems, for example, the plurality that characterizes the Indonesian nation. Therefore, the SKI study must involve Fazlur Rahman's hermeneutic analysis and Nietzsche's critical history analysis to read past phenomena to build on current progress in accordance with the mandate of National Education System Law No. 20 of 2003. © 2018 Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid 1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah NU Email sitimasulah74319 Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 71 PENDAHULUAN Sebagai negara yang paling majemuk baik dari segi sosio-kultural maupun geografis, Indonesia menjadi dapat menjadi contoh ideal dalam membangun pluralitas hidup bangsa. Sekarang ini, jumlah pulau di Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI sekitar pulau besar dan kecil, lebih dari 200 juta jiwa penduduk dengan 300 suku dan menggunakan hampir 200 bahasa yang berbeda. Demikian juga warganya menganut agama dan kepercayaan yang beragam. Dari cara pandang, tindakan dan wawasan setiap individu juga memiliki beragam pandangan dalam melihat fenomena sosial, budaya, ekonomi, politik dan hal-hal lainnya. Negara bangsa Indonesia terdiri atas sejumlah besar kelompok-kelompok etnis, budaya, agama dan lain-lain. Menurut Hefner, Indonesia memiliki wawasan dan tantangan pluraltas budaya lebih tampak. Dari sisi horizontal, ada kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, adat, serta perbedaan kedaerahan, sedangkan secara vertikal, ada perbedaan-perbedaan vertikal antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam baca Nasikun, 2007. Dengan kondisi demikian, negara Indonesia sangat tepat sekali menjadikan prinsip bhinneka tunggal ika dalam tata kehidupan plural dari berbagai seginya Sapendi, . Sebagai bagian dari kegiatan hidup berbangsa dan bernegara, pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan sumberdaya manusia dalam menjawab realita pluralitas hidup bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari perwujudan dari cita-cita bangsa, kegiatan pendidikan dilakukan sesuai dengan amanah Undang-Undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003 pasal 3, yaitu “Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Dengan tujuan pendidikan tersebut, pendidikan secara nasional dinyatakan berhasil jika peserta didik memiliki sikap yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat lahir dan batin, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dengan demikian, pendidikan nasional “berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.” Oleh sebab itu, fungsi pendidikan secara nasional tidak hanya membentuk perkembangan peserta didik dalam bidang jasmani dan rohani tetapi juga mengembangkan pribadi, kewarganegaraan, budaya dan kebangsaan Thalib & Bahrun, 2014. Salah satu bagian dari mata pelajaran dari pendidikan nasional adalah pendidikan Agama Islam yang secara substantif telah mengajarkan kesempurnaan dan berbagai panduan untuk dilaksanakan dalam kehidupan nyata sehari-hari untuk mencapai tujuan kehidupan yang penuh kedamaian dan rasa aman. Oleh karena itu pengelompokkan ajaran agama Islam di dalam bentuk mata pelajaran di lingkungan Madrasah mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah MI, Madrasah Tsanawiyah MTs, dan Madrasah Aliyah MA terdapat mata pelajaran yang dikhususkan untuk peminatan Keagamaan. Pada tingkat Madrasah Aliyah MA, peminatan ilmu-ilmu Keagamaan tersebut dikembangkan dalam bentuk kajian khusus mata pelajaran seperti a. Tafsir- Ilmu Tafsir, b. Hadits- Ilmu Hadits, c. Fiqih- Ushul Fiqih, d. Ilmu Kalam, e. Akhlak. Ada juga mata pelajaran yang berperan sebagai pendukung dalam proses pembekalan materi tersebut misalnya mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dan juga mata pelajaran Bahasa Arab. Mulai tahun ajaran 2014-2015 seluruh Madrasah yang berada di bawah pembinaan Kementerian Agama RI diharapkan mulai siap melaksanakan Kurikulum 2013. Hal ini pun sudah diatur dalam Peraturan Menteri Agama PMA tentang Kurikulum 2013 yang berisi Kerangka Dasar Kurikulum Madrasah 2013, Standar Kompetensi Lulusan SKL, Standar Kompetensi Inti, Standar Kompetensi Dasar, Standar Proses dan Standar Penilaian. Sebagai panduan implementasi Kurikulum 2013, maka Kementerian Agama telah menyiapkan model silabus Pembelajaran PAI di Madrasah, dengan menerbitkan buku-buku pegangan baik untuk guru maupun siswa. Buku pedoman tersebut menjadi kebutuhan pokok dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 di Madrasah. Dalam makalah ini penulis mencoba untuk menganalisis buku pedoman siswa untuk mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas XI Pendekatan Saintifik Kurikulum Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 72 2013. Buku yang akan di analisa adalah buku terbitan Kementerian Agama Republik Indonesia menggunakan Kurikulum 2013 kaitannya dengan relevansi kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk dari berbagai seginya. Dalam rangka mencari relevansi kajian mata pelajaran buku SKI tersebut, kajian ini menggunakan pendekatan disamping menggunakan kajian Analisis dari Segi Urutan Materi Pelajaran di dalam Buku, juga menggunakan pendekatan kajian hermeneutika double movement ala Fazlur Rahman yang menjelaskan bahwa pembacaan teks termasuk sejarah seharusnya tidak hanya dibaca apa adanya tetapi harus dibaca spiritnya melalui cara kembali pada kondisi asli lahirnya teks dan kemudian ditarik spiritnya untuk dirumuskan pesan idealnya di masa kini Rahan, 1984. DESKRIPSI BUKU SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS XI MADRASAH ALIYAH Buku Sejarah Kebudayaan Islam yang akan di analisa adalah buku pedoman siswa untuk kelas XI Madrasah Aliyah. Buku ini diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku ini disusun oleh M. Husain Tuanaya, Miftachul Ula, Mariyah Ulfah sebagai tim konstributor naskah, dan ditelaah oleh Hasibullah Satrawi dan Muhtadin, yang mana keduanya baik tim penyusun dan penelaah tetap berada di bawah koordinasi Kementerian Agama KEMENAG RI, 2015. Sebagaimana yang disebutkan dalam kaidah Ushul Fiqih, “ Ma la yatimmu al- wajib illa bihi fahuwa wajib” suatu kewajiban tidak menjadi sempurna tanpa adanya hal lain yang menjadi pendukungnya, maka hal lain tersebut pun ikut menjadi wajib. Begitu juga dengan perintah menuntut ilmu, maka secara tidak langsung juga terkandung perintah untuk menyediakan sarana-sarana pendukungnya, semisal buku bahan ajar. Buku pedoman baik yang untuk guru maupun siswa ada baiknya disusun dengan pendekatan ilmiah scientific approach yang telah dilakukan dengan berbagai proses tahapan. Dalam buku ini materi isi yang akan diajarkan di bagi menjadi dalam kurun waktu dua semester, semester 1 terdiri dari 4 bab dan semester 2 juga ada 4 bab materi pokok bahasan. Masing-masing materi pelajaran yang akan diberikan di kelas XI adalah sebagai berikut Semester I Bab 1 Proses Lahirnya dan Fase-Fase Pemerintahan Bani Umayyah 1. Silsilah Khalifah Bani Umayyah 1 2. Proses Lahir dan Fase-Fase Pemerintahan Bani Umayyah 1 3. Fase-Fase Pemerintahan Bani Umayyah 1 Bab II Khalifah-Khalifah yang Terkenal dan Kebijakan Pemerintahan Bani Umayyah 1 1. 14 Khalifah Bani Umayyah 1 yang Berkuasa 2. Khalifah-Khalifah Bani Umayyah yang Terkenal 3. Kebijakan-Kebijakan Pemerintahan Bani Umayyah 1 Damaskus Bab III Perkembangan Peradaban Bani Umayyah 1 Damaskus 1. Proses Kodifikasi Hadits Masa Khalifah Umar Bin Abdul Aziz. 2. Proses Perkembangan Ilmu Pengetahuan Masa Bani Umayyah 1 3. Peradaban yang Tumbuh pada Masa Bani Umayyah 1. Bab IV Masa Kelemahan sampai Runtuhnya Bani Umayyah 1 Damaskus 1. Faktor-Faktor Penyebab Mundurnya Bani Umayyah 1. 2. Faktor-Faktor Pemicu Munculnya Pemberontakan. 3. Kelebihan dan Kekurangan Bani Umayyah 1. 4. Proses Runtuhnya Bani Umayyah 1 di damaskus. Semester II Bab V Proses Lahirnya dan Fase-Fase Pemerintahan Bani Abbasiyah 1. Proses Lahirnya Abbasiyah. 2. Fase-Fase Pemerintahan Bani Abbasiyah. Bab VI Khalifah-Khalifah Abbasiyah yang Terkenal dan Kebijakan Pemerintahan Abbasiyah 1. Khalifah-Khalifah Abbasiyah yang Terkenal. 2. Kebijakan Khalifah Bani Abbasiyah. Bab VII Proses Perkembangan Ilmu Pengetahuan Masa Bani Abbasiyah 1. Suasana Tumbuhnya Peradaban Ilmu Pengetahuan Masa Abbasiyah. 2. Bentuk Peradaban Hasil Riset dari Para Ahli dan Tokoh-Tokohnya. 3. Pusat-Pusat Peradaban Masa Bani Abbasiyah. 4. Pengaruh Peradaban Islam terhadap Dunia Barat. Bab VIII Proses Perkembangan Ilmu Pengetahuan Masa Bani Abbasiyah a. Faktor Penyebab Munculnya Pemberontakan Masa Abbasiyah. Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 73 b. Faktor Penyebab Runtuhnya Bani Abbasiyah. Pada masing-masing babnya terdapat banyak sekali proses pembelajaran mulai dari pengamatan, perenungan, menghubungkan dan menalar, mengambil ibrah dan pembelajaran, hal ini dipermudah dengan adanya peta konsep untuk menambah wawasan pada masing-masing bahasan tiap semesternya. Kegiatan tersebut di akhiri dengan asah kompetensi dengan menjawab beberapa pertanyaan untuk menguji sejauh apa pemahaman siswa akan pembahasan di bab tersebut. Peta konsep yang disajikan di buku ini adalah sebagai berikut Semester I Bani Umayyah 1 a. Latar belakang lahirnya. b. Proses lahirnya. c. Kebijakan khalifah. d. Khalifah-khalifah yang memerintah. e. Khalifah yang terkenal. f. Perkembangan peradaban ilmu pengetahuan. g. Tokoh-tokoh ilmu pengetahuan. h. Pusat-pusat peradaban. i. Faktor-faktor penyebab runtuhnya. j. Proses runtuhnya. Semester II Bani Abbasiyah a. Latar belakang lahirnya. b. Proses lahirnya. c. Khalifah-khalifah yang memerintah. d. Khalifah yang terkenal. e. Kebijakan khalifah. f. Perkembangan peradaban ilmu pengetahuan. g. Tokoh-tokoh ilmu pengetahuan. h. Pusat-pusat peradaban. i. Pengaruh peradaban Islam terhadap dunia Barat. j. Faktor-faktor penyebab runtuhnya. PEMBAHASAN Kajian Analisis dari Segi Urutan Materi Pelajaran di dalam Buku Untuk melakukan proses analisa tersebut pada masing-masing bab dan materi pelajaran yang terdapat di buku SKI kelas XI ini, maka juga harus dipertimbangkan dari segi Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang sesuai dengan Keputusan Menteri Agama KMA No. 165 Tahun 2014 sudah terpenuhi atau belum. Berdasarkan uraian tersebut, berikut akan dilakukan analisis pada setiap bab dan materi dalam buku SKI kelas XI sebagai berikut Tabel 1. Semester Ganjil Menghayati dan menghayati ajaran agama yang dianutnya Menyadari bahwa kekuasaan adalah amandah dari Allah SWT Menyadari bahwa dalam perjuangan ada fase-fase yang harus dilewati Meyakini bahwa berdakwah dan melakukan hal-hal yang bermanfaat adalah kewajiban setiap muslim. Meyakini bahwa ilmu pengetahuan adalah bekal penting bagi manusia untuk meraih kesuksesan. Menyadari bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan berbagai macam potensi sehingga mampu menciptakan peradaban. Mensyukuri nikmat Allah SWT berupa kekayaan peradaban yang diraih umat Islam Bab 1 Proses Lahirnya dan Fase- Fase Pemerintahan Bani Umayyah 1. Silsilah Khalifah Bani Umayyah 1. 2. Proses Lahir dan Fase-Fase Pemerintahan Bani Umayyah 1. 3. Fase-Fase Pemerintahan Bani Umayyah a. Fase berdiri, pembentukan dan pembinaan. b. Fase kemajuan. c. Fase lemah sampai runtuhnya Materi yang disampaikan di dalam buku cukup menggambarkan sinopsis tentang fase awal dari Bani Umayyah di Damaskus secara ringkas dan jelas langsung pada pokok pembahasan Mengembangka n perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerja sama, cinta damai, responsif dan Membiasakan sikap bijaksana dalam kehidupan sehari-hari sebagai inplementasi dari pemahaman mengenai proses lahirnya Bani Umayyah di Damaskus. Bab II Khalifah-Khalifah yang Terkenal dan Kebijakan Pemerintahan Bani Umayyah 1 1. 14 Khalifah Bani Umayyah 1 yang Berkuasa. 2. Khalifah-Khalifah Materi yang disampaikan bertujuan untuk memberikan gambaran tentang berbagai keberhasilan- keberhasilan yang telah dicapai Bani Umayyah Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 74 aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam, serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Meneladani perilaku mulia dari Khalifah Bani Umayyah Damaskus sebagai implementasi dari pemahaman mengenai dinasti Bani Umayyah di Damaskus. Menunjukkan sikap dinamis sebagai implementasi dari pemahaman tentang keberhasilan Bani Umayyah di Damaskus. Mencintai ilmu pengetahuan yang ditunjukkan dengan semangat belajar yang maksimal. Memiliki sikap semangat mengembangkan ilmu pengetahuan dan kerja keras sebagai implementasi dari pemahaman tentang pusat-pusat peradaban Islam pada masa pemerintahan Bani Umayyah Damaskus. Menghargai karya orang lain sebagai implementasi dari pemahaman tentang Bani Umayyah yang Terkenal. a. Prestasi khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan. b. Prestasi khalifah Marwan bin Hakam. c. Prestasi khalifah Walid bin Abdul Malik d. Prestasi khalifah Umar bin Abdul Aziz. 3. Kebijakan- Kebijakan Pemerintahan Bani Umayyah 1 Damaskus. di Damaskus. Mampu mempresentasikan tentang perkembangan ilmu dan kemajuan peradaban pada masa itu. Pada penyampaian materi di bab ini kekurangannya adalah pembahasan langsung pada prestasi masing-masing khalifah tanpa ada pendahuluan seperti a. Profil khalifah. b. Proses pengangkatan. Model bentuk kepemimpinan. Analisa dari perspektif hermeneutik dalam Relevansi Dalil Ayat atau Hadits yang digunakan dalam Materi. Karena buku yang di analisa adalah buku Sejarah Kebudayaan Islam SKI, jadi di dalam materi-materi yang disampaikan hanya berkisah seputar kejadian masa lampau. Sementara itu, prinsip pendidikan bertujuan untuk memberikan orientasi ke masa depan, sehingga materi SKI seharusnya juga memberikan analisis pada manfaat bagi pengembangan keilmuan dan daya saing peserta didik. Oleh sebab it u, M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI, dalam sejumlah kesempatan menegaskan bahwa perbedaan antara sekolah/universitas dan museum, yakni kalau museum adalah melihat ke masa lalu, puing-puing sejarah masa lalu apa adanya tanpa pemaknaan baru untuk kepentingan masa kini, sehingga tidak ada inovasi baru di dalam museum. Sebuah anak bangsa tidak boleh terlena dengan kemajuan dan kejayaan masa lalu, sebab hal itu bagian dari sejarah, itu kejayaan mereka di masa lalu, tetapi yang harus dilakukan anak bangsa adalah bagaimana membuat sejarah baru dengan kesuksesan diri anak bangsa yang hidup pada zamannya. Salah satu contohnya, orang Makassar misalnya tidak boleh terus menerus membanggakan kehebatan kapal Pinisi, kapal buatan orang Bugis terbuat dari kayu namun sangat kuat untuk digunakan sebagai pengangkut barang, sedangkan saat ini untuk mengangkut kontainer, telah terbuat kapal yang mempunyai teknologi canggih. Dengan demikian, anak bangsa ini dengan adanya sekolah atau universitas harus mampu membuka wawasan dan ilmu yang melihat ke masa depan, bukan ke masa lalu Abdullah & Bella, 2015. Dengan demikian, sekolah harus memiliki visi ke masa depan yang harus dipenuhi oleh inovasi dan daya saing, sehingga materi pelajaran harus selalu diperbaharui sesuai dengan kebutuhan zaman agar materi pelajaran mampu memberikan pencerahan bagi peserta didik sehingga bisa meningkatkan kemampuan inovasi dan daya saing. Dengan demikian, tujuan dari materi-materi Sejarah Kebudayaan Islam dimaksudkan untuk membuat peserta didik dapat mengetahui dan memahami, meneladani serta dapat mengambil ibrah dan pembelajaran dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi untuk kepentingan inovasi dan daya saing dalam menghadapi persaingan global yang kompetitif. Dari segi analisa hermeneutika, dalam buku ini yang menjadi salah satu kekurangannya Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 75 adalah tiap-tiap materi yang disampaikan meskipun cukup mudah dipahami karena ringkas dan jelas, tidak menyertakan dalil baik berupa ayat al-Qur’an maupun hadits sebagai pendukung materi dalam setiap pembahasannya, sehingga untuk mempertajam materi analisis dan memperkuat landasan pembacaan ideal moral setiap peristiwa belum bisa dilakukan secara optimal. Dengan meminjam bahasa Khaled Abou El Fadl dalam karyanya yang berjudul Speaking in God’s Name Islamic Law, Authority, and Women, penulis dapat menerangkan bahwa jika pembahasan sejarah tidak dilakukan secara kritis, maka pembacaan terhadap peradaban masa lalu menjadi otoriter, sedangkan yang dibutuhkan untuk membaca sejarah kebudayaan Islam adalah pembacaan kritis berdasarkan dalil-dalil otoritatif, yakni al-Qur’an dan hadis. Oleh sebab itu, pembacaan sejarah kritis terhadap sejarah kebudayaan Islam diharapkan mampu membongkar wacana dogmatis pendidikan agama Islam, misalnya bidang sejarah kebudayaan Islam terutama masalah doktrin khilafah negara Islam yang dipahami kaum Muslim fundamentalis seperti Jamaah Islamiyah sebagai doktrin, sehingga dengan demikian, paradigma doktrinal itu harus diubah dan harus diposisikan sebagai hasil ijtihad manusia yang relatif. Implikasinya, jika paradigma ijtihad itu diubah dalam memahami sistem khilafah itu, maka sistem khilafah itu bukan lagi diposisikan sebagai doktrin, tetapi hal itu adalah hasil ijtihad/pembacaan dari produk sejarah kebudayaan Islam masa lalu yang saat ini harus dikaji ulang dan dipahami ulang secara kritis dalam kehidupan modern dan demokratis di masa kini berdasarkan dalil-dalil otoritatif, yakni al-Qur’an dan hadis El Fadl, 2003. Dalam pembacaan kritis ini, pluralitas pemahaman keislaman dapat terwujud yang mana hal itu sangat relevan di Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI yang sangat majemuk. Negara Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai pulau Rote tampak berjajar pulau-pulau dengan komposisi dan kontruksi yang beragam. Di pulau-pulau tersebut berdiam penduduk dengan ragam suku bangsa, bahasa, budaya, agama, adat istiadat, dan keberagaman lainnya ditinjau dari berbagai aspek. Secara keseluruhan, pulau-pulau di Indonesia berjumlah buah pulau besar dan kecil Sekretariat Jenderal MPR-RI, 2012. Berdasarkan analisis tersebut, kajian ini dapat memberikan sumbangan terhadap pembangan mata pelajaran Ilmu Sejarah Kebudayaan Islam di lingkungan Madrasah Aliyah yang dapat diuraikan sebagai berikut a. Mata Pelajaran SKI seharusnya tidak hanya memaparkan kondisi empiris yang terjadi di masa lampau, tetapi ada pemaknaan yang aktual untuk kepentingan masa kini, misalnya di dalam pelajaran pesantren atau madrasah, ada materi ihya’ al-mawat menghidupkan tanah tak bertuan di dalam kitab kuning hanya sekedar itu maknanya tidak dikaitkan dengan kondisi aktual saat ini untuk kepentingan pembukaan lahan sejuta hektar untuk kepentingan masyarakat, izin penggunaan lahan PTPN atau hutan lindung. Demikian juga materi Dlaman tapi tidak pernah diaktualkan dengan bank garansi. b. Secara garis besar, mata pelajaran SKI seharusnya tidak terlalu fokus pada persoalan perang yang pernah dilakukan Nabi SAW, sahabat dan penerusnya tetapi seharusnya bisa memaknai apa rahasia di balik adanya perang itu dan alasan apa yang melatarbelakangi perang tersebut, sehingga hal itu bisa menjadi pelajaran untuk kemajuan umat Islam, apa sekedar untuk berkuasa penaklukan sebuah wilayah atau ada misi dakwah. Kenapa selama masa Nabi SAW dan para sahabat peperangan atau penaklukan yang telah dilakukan itu lebih banyak berhasilnya daripada gagalnya?. c. Mata pelajaran SKI hingga kini belum pernah memberikan ulasan yang sangat detail dan jelas, mengapa dinasti Umayyah dan Abbasiyah yang dinilai sebagai sebuah negara dinasti super power pada masa itu dengan segala kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya yang tidak tertandingi pada saat itu hingga jatuh dan runtuh, maka pasti akan memunculkan pertanyaan besar, mengapa peradaban ilmu pengetahuan dan teknologi itu tidak mampu bangkit lagi sedahsyat yang pernah dimiliki Islam dan memenangkan persaingan peradaban pada masa sekarang, bahkan ironisnya hingga kini Timur Tengah sebagai pusat peradaban Islam yang pernah maju masihberkecamuk dalam perang saudara. Mengapa hal ini bisa terjadi? Kondisi ini harus kita pikirkan lebih Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 76 lanjut, dengan mengambil sampel Jepang, tahun 1945 pernah hancur lebur dengan adanya bom Hiroshima dan Nagasaki sama dengan Indonesia tahun 1945 sama-sama baru mulai mengikrarkan diri merdeka, tapi kenapa kemudian Jepang lebih maju walaupun start-nya sama. Bisa jadi ini dikarenakan peradaban ilmu pentegahuan dan teknologi dari orang-orang Jepang sudah maju pada saat itu, sedangkan Indonesia pada waktu itu masih banyak yang buta huruf. Sebagai rekomendasi, harus bagaimana dan dari mana kita memulai untuk membangun peradaban Islam yang maju dan berdaya saing ke depan di Indonesia? Mata pelajaran SKI seharusnya bisa meminjam teori Double Movement teori gerakan ganda dari Hans George Gadamer yang sudah pernah dipraktikkan oleh Fazlur Rahman dalam melakukan reaktualisasi nilai-nilai ajaran Islam dalam menjawab realitas modern lewat proses pemahaman teks dengan melibatkan pencipta teks tersebut. Karena itu, teori yang tepat untuk melakukan analisis sejarah adalah teori Nietzsche dimana bukan hanya menggunakan analisis sejarah monumental yang menyatakan bahwa pengetahuan merupakan alat untuk mencapai pengetahuan kebanggaan masa lalu atau bahkan kekuasaan saja. Namun demikian, tujuan mendapatkan pengetahuan pun bukan hanya sebatas untuk sekedar tahu saja, tapi lebih kepada untuk mencapai tujuan kebenaran dari pengetahuan yang relevan dengan kepentingan aktual, sehingga analisisnya bisa menggunakan analisis sejarah kritis dari Nietzsche. Pembahasan dalam setiap bab pembahasan materi yang disampaikan disertakan seharusnya juga ada dalil ayat al Qur’an maupun hadits yang mendukung pembahasan materi-materi tersebut, sehingga hasil pembahasan keilmuannya bisa bersifat otoritatif, bukan otoriter. Salah wujud otentik –ala Khalid El-Fadl-dari pembacaan ijtihad terhadap sejarah kebudayaan Islam terutama masa Nabi Muhammad saw adalah gerakan dakwah yang dilakukan para walisongo dalam menyebarkan ajaran Islam di Nusantara, mereka ibarat danau yang memiliki kerohanian mendalam, pemikiran dan hati yang jernih, yang siap mengaliri dan memberikan kedamaian rohani kepada masyarakat sebagaimana dakwah Nabi Muhammad saw yang mengedepankan kedamaian dan kejernihan pikiran dan hati Siroj, 2014. Dengan meminjam bahasa Hasan Hanafi, bagaimana sifat-sifat Allah swt Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dapat diterjemahkan dalam tata pergaulan kehidupan budaya masyarakat dan bangsa, sehingga terwujud tata kehidupan budaya yang damai, toleran, dan sejahterah Hanafî, 2015. KESIMPULAN Buku Sejarah Kebudayaan Islam ini disusun dalam rangka untuk memberi kemudahan dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Buku ini juga tentunya perlu pengembangan, perbaikan, pembaharuan mutakhir sesuai dengan dinamika perubahan zaman. Karena buku ini nantinya menjadi salah satu pendukung pokok peserta didik dalam proses belajar maka kualitas isi buku harusnya jadi prioritas. Isi tanpa ada ulasan-ulasan hikmah dan rahasia apa yang terjadi, tetapi seharusnya sudah mulai dipaparkan hikmah dan rahasia apa yang terjadi dari peristiwa itu, lebih-lebih kalau kemudian ditambah dengan relevansinya dengan pembangunan peradaban umat Islam atau bangsa yang majemuk di masa kini, sehingga materi pelajaran SKI itu tidak hanya sekadar sebagai ilmu sejarah murni tetapi juga telah memberikan sumbangan bermakna bagi pembangunan tata kehidupan peradaban umat Islam di masa kini. Di samping itu, materi pelajaran SKI tersebut pada kenyataannya juga masih ada beberapa kesalahan dalam hal penulisan dan tata bahasa. DAFTAR PUSTAKA Abdullah, Husain, dan Burhanuddin Bella eds, 74 Kumpulan Pidato Pilihan M Jusuf Kalla 2014-2015 Satu Digit, Jakarta Buku Republika, 2016. El Fadl, Khaled Abou, Speaking in God’s Name Islamic Law, Authority, and Women, Oxford Oneworld Publications, 2003. Hanafî, Hasan, Min al-Aqîdah ila al-Tsaurah, Kairo Maktabah Madbulah, Kalla, M Jusuf, Tinggalkan Sejarah Kejayaan, Buat Sejarah Baru, diakses 22 Februari 2017. Pimpinan MPR dan Tim Kerja Sosialisasi MPR Periode 2009-2014, Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Sekretariat Jenderal MPR-RI, 2012. Rahman, Fazlur, Islam and Modernity Transformation of an Intellectual Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 77 Tradition, Chicago dan London The University of Chicago Press, 1984. Rahman, Fazlur, Islamic Methodology in History, Karachi Central Institute of Islamic Research, 1965 Said, As’ad Ali, Al-Qaeda Tujuan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya, Jakarta LP3ES, 2014. Sapendi, “Internalisasi Nilai-Nilai Multikultural Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Pendidikan Tanpa Kekerasan”, RAHEEMA Jurnal Studi Gender dan Anak. Siroj, Said Aqil, Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara Menuju Masyarakat Mutamaddin, Jakarta LTNU, 2014. Thalib dan Bahrun, “Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Menciptakan Suasana Kondusif di SMA Negeri 3 Palu”, ISTIQRA, Jurnal Penelitian Ilmiah, ISSN 2338-025X Vol. 2, No. 1 Januari-Juni 2014. Tuanaya, M. Husain, Miftachul Ula, Mariyah Ulfah Kontributor, Buku Siswa Sejarah Kebudayaan Islam, Pendekatan Sainstifik Kurikulum 2013, Jakarta Kementerian Agama RI, 2015. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Fazlur, Islamic Methodology in HistoryTradition, Chicago dan London The University of Chicago Press, 1984. Rahman, Fazlur, Islamic Methodology in History, Karachi Central Institute of Islamic Research, 1965Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Menciptakan Suasana Kondusif di SMA Negeri 3 PaluSiroj, Said Aqil, Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara Menuju Masyarakat Mutamaddin, Jakarta LTNU, 2014. Thalib dan Bahrun, "Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Menciptakan Suasana Kondusif di SMA Negeri 3 Palu", ISTIQRA, Jurnal Penelitian Ilmiah, ISSN 2338-025X Vol. 2, No. 1 Januari-Juni 2014. Tuanaya, M. Husain, Miftachul Ula, Mariyah Ulfah Kontributor, Buku Siswa Sejarah Kebudayaan Islam, Pendekatan Sainstifik Kurikulum 2013, Jakarta Kementerian Agama RI, 2015. QURAN HADITS SUBJECT IN MADRASAH ALIYAH MA'ARIF ROUDHOTUT THOLIBIN METRO The Implementation of recitation method of learning Qur'an Hadits subject applied in the form of assignment by giving the task of presenting the material by means lessons are given to students in the form of group work and self alternately at di antara pembaca yang pernah mengenyam pendidikan di madrasah, baik madrasah pesantren maupun luar pesantren? Mereka para lulusan madrasah, tentu mengetahui segala aktivitasnya, baik yang berhubungan dengan pembelajaran maupun ekstrakurikulernya. Tak hanya itu, para alumninya pun, bahkan paham akan kelebihan dan kekurangan lembaga pendidikan tempat mereka menuntut ilmu itu. Lalu, apa kelebihan dan kekurangan madrasah? Berikut penjelasannya seperti diolah dari buku Pengelolaan Kelas Dalam Pembelajaran Strategi Guru dalam Mengelola Kelas karya dan Hendra terbitan MangguKelebihan Madrasah1. Madrasah lahir dari masyarakat bawah yang biasa mandiriTak dipungkiri, tak sedikit madrasah yang tersebar saat ini lahir dan berkembang yang berasal dari lingkungan masyarakat wajar bila madrasah memiliki ciri khas dibandingkan dengan lembaga pendidikan lain, misalnya sikap mandiri. Dan hal itu masih terjaga hingga saat Mengajarkan kesederhanaanInilah yang dianut oleh sebagian besar madrasah di Indonesia, yakni membumikan secara tidak sadar, kesederhanaan madrasah ikut memengaruhi kehidupan sosial masyarakat di itu, sikap yang dimiliki madrasah tersebut banyak diadopsi lembaga pendidikan JUGA Jangan Sampai Kecewa! Sebaiknya Orangtua Tahu Perbedaan Madrasah Dan Sekolah, Apa Itu?3. Mengutamakan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadiLantaran sikapnya yang sederhana inilah madrasah pun memiliki sikap agung lainnya mendahulukan kebutuhan orang dibandingkan memikirkan kepentingan yang seperti ini, sebenarnya sudah tidak asing di lingkungan madrasah. Inilah keutamaan lain yang dimiliki Memegang tradisi terdahuluMadrasah bukan berarti tidak update terhadap perkembangan yang terjadi. Namun, prinsipnya pertahankan tradisi lampau yang masih baik dan mengambil tradisi baru yang lebih Menghargai orang lainJangan salah, madrasah menaruh perhatian yang sangat tinggi mengenai poin ini. Ini penting, sebab tak banyak orang yang mampu menghargai orang satu penyebab renggangnya hubungan seseorang dengan seseorang yang lain, misalnya itu karena ia tak menghormati orang di madrasah, sikap menghargai orang lain’ terus ditanamkan, dibumikan kepada segenap guru dan madrasah1. Berkembangnya sikap ortodoksiKian membiaknya sikap ortodoksi di sebagian besar madrasah di Indonesia bukan tanpa itu terjadi karena adanya perlakuan yang diskriminatif dari pemerintah kolonial dan Orde Baru Akibatnya, bila ada sesuatu yang berasal dari luar madrasah, maka akan ditanggapi secara apatis dan melahirkan sikap defense mechanism. 2. Madrasah masih dianggap lembaga pendidikan kelas duaTak sedikit kalangan yang menilai, bahwa madrasah memang salah satu lembaga pendidikan kelas dua atau masih misalnya kulitas pendidikan madrasah, bahkan jauh dari standar lembaga pendidikan lain yang demikian, maka madrasah diisi oleh para siswa dengan kemampuan inteligensi dan ekonomi yang pas-pasan. Selamat membaca!Sumber gambar jejakpendidikan
InformasiPendidikan, Sekolah dan Madrasah Terkini. Tautan Twibbon Sukses ANBK 2021 #1; Download Spanduk HUT RI Ke 76 Untuk Instansi Pemerintah, Sekolah, Madrasah Format CDR dan PPT
MODELPEMBELAJARAN ALQURAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 MODEL MEDAN Romat Efendi Sipahutar, Mardianto, Wahyudin Nur Nasution EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 1 (2019): Januari-Maret Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Ibtidaiyah Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan. 2. Madrasah Ibtidaiyah yang selanjutnya disingkat MI adalah satuan pendidikan formal yang menyelanggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam yang terdiri dari 6 (enam) tingkat pada jenjang pendidikan dasar. 3.

KMANomor 183 Tahun 2019. Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) PAI dan bahasa Arab pada madrasah. Kesemuanya berlaku untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Karena memuat berbagai hal di atas, regulasi terkait kurikulum PAI dan Bahasa Arab ini memiliki lampiran yang cukup tebal.

Tetapiselain jenis sekolah tersebut ada juga sebutan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), Pondok Pesantren dan UIN atau IAIN. Dibalik kelebihan tentu ada kekurangan. Namun kekurangan itu tidak membuat kehilangan ketertarikan dari Buku kabut Pendidikan di Indonesia. Adapun kekurangannya
PENERAPANMETODE MUTUAL EDUCATION PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH ALIYAH SWASTA PAB-2 HELVETIA SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana
7 Ibu Wahyuni, S.Pd., Kepala Sekolah Madrasah Aliyah AL-IMAN kota Magelang yang telah memberikan ijin penelitian. 8. Bapak Soleh., wakil bidang kepeserta didikan Madrasah Aliyah AL-IMAN kota Magelang yang telah memberikan informasi dan kemudahan dalam penelitian. 9. Ibu Endang Wahyuni., guru Sosiologi kelas XI IPS MA AL-IMAN kota
Begitupula dengan administrasi yang ada di Madrasah Aliyah Al Mukmin (MAAM) Ngruki Sukoharjo Surakarta. Dalam pelayanan pembayaran SPP, mengingat banyaknya jumlah siswa, maka akan rumit jika masih dilakukan secara manual. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang mampu mendata pembayaran SPP dengan cepat dan akurat.
Madrasahaliyah adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia yang setara dengan sekolah menengah atas. Pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Jenjang kelas dalam waktuh tempuh madrasah aliyah sama seperti sekolah menengah atas. Kelebihan Madrasah Aliyah Negeri Bontang dengan Sekolah Umum(SMA) antara lain:
\n \n\n\n kelebihan dan kekurangan madrasah aliyah
.